Saturday, November 16, 2013

What?

Everyone has their own ways to enjoy me-time.
Just because I chose to stay in silence, doesn't mean that I have to listen to whatever you say.
You can talk all you want, but I can choose not to listen to you.

You asked me for help, although actually you can do it yourself.
Yes, two is better than one.  It make things easier and faster to be done.
But if you keep using your phone while I have to do all the things, it's not fair.
That's why I keep protesting, because you often judge me for not having works done.
I did more than I should (I think), I sacrifice my time to help.
It's a part of my responsibility and how I show my love to you, my love to them too.
But I feel it's unfair for me if you keep using me so you can get more time using your phone.

Yes, I'm lazy.  That's why you have to choose him.
Yes, I don't want to help you, that's because you keep protecting him and making him stay away from work.
While you think I'm only playing the computer all day, you don't know that I'm doing my assignments.
I'm being scold for not attending classes when the lecturer had cancel it.
I'm trying to understand.

Maybe it's me.
I think justice, equality, fairness means that if I have to do it, he has to do it too.
Why I have to do it when he has not to do it?
Why I have to sacrifice my own time if he enjoy his time?
It's okay if you think I'm selfish. I am a human anyway.
I did ask you, but you can't answer.
So how would I know if I'm wrong?

What's justice? Fairness?  Equality?
At least he has to do something for me too if he can't do my works.
I don't see that.
Show me.
Tell me if I'm wrong.

Friday, November 15, 2013

Minuman Kesukaan

Bentuknya kayak buku kan? 

Yep!  Waktunya promosi!
Bulan November 2013 ini kebanyakan cuaca Bandung tidak bersahabat.  Hampir setiap hari hujan dan banjir.  Hari Sabtu ini pun sama, seharian Ujungberung dilanda hujan dari saya bangun sampai sore hari.  Hujan itu menyenangkan, tidak menyenangkan tapinya kalau hujan pada saat kita harus keluar rumah karena ada urusan yang tidak bisa ditunda.  Nah, biasanya kan kalau hujan saya suka menggalau denger lagu sambil liat keluar jendela pura-pura lagi syuting sedih-sedih galau.  Kali ini saya gak perlu lagi menggalau di saat hujan karena selain mendengarkan lagu saya juga minum minuman hijau cantik ini yang menghangatkan badan.
9 bungkus  beserta petunjuk pemakaian
Yap! Esprecielo!  Awalnya saya tertarik sama produk ini karena saya suka minum teh.  Saya tertarik untuk mencoba teh hijau lain setelah stok teh hijau 2Tang di rumah menipis.  Akhirnya saya beli deh yang Matcha Au Lait.  Bentuknya cantik, mirip buku seperti gambar yang di atas.  Waktu dibuka (setelah bingung bagaimana cara bukanya karena bungkusnya membingungkan ternyata ada Prologue juga!  Setelah membaca cepat, saya buka lagi dan baru kelihatan deh 9 bungkus teh hijau nya beserta petunjuknya yang berbentuk cangkir itu
Setelah baca secara sekilas, jangan tertipu sama bungkusnya yang besar!  Satu bungkus itu cuma terasa enak kalau diseduh pakai gelas yang kecil!  Awalnya saya ketipu dan seduh 1 bungkus itu ke gelas yang lumayan besar, hasilnya jadi gak enak, terlalu banyak air.

Jadi gimana nih rasanya?  Kalo boleh dibilang rasanya enak banget!  Waktu diseduh langsung deh timbul busa-busa lembut di atasnya yang warnanya hijau juga.  Dilihat dari warnanya itu rasanya ya kayak minum green tea yang creamy karena susu.  Sejujurnya saya belum pernah coba pakai air dingin sih, pertama karena saya gak suka minum yang dingin-dingin dan memang minuman ini kerasa paling nikmat diminum waktu suam-suam kuku.  Gak kayak teh yang biasanya saya minum panas-panas.

Kalau kata orang-orang rumah sih minuman ini rasanya kurang manis.  Sebenarnya saya juga memang paling suka minuman yang manis, tapi entah mengapa belakangan ini saya suka rasanya yang lembut dan tidak terlalu manis.  Karena terlalu enak, sekarang biasanya saya minumnya 2 bungkus sekaligus diseduh ke gelas yang besar kayak di bawah ini.  Saking ketagihannya sehari bisa minum sampai 6 bungkus (mau saingan sama konsumsi kopi nya babeh!)

Gelas besar pakai whipped cream

Setelah beberapa lama saya minum ini, ternyata kepikiran juga untuk kasih sedikit pemanis nya dengan whipped cream yang biasa dijual di supermarket.  Jadi setelah diseduh tinggal  dikasih instant whipped cream nya (yang sweetened).  Seperti yang bisa dilihat di gambar di atas, itu memang saya gak bisa aja sih jadi keliatannya kurang menarik, tapi rasanya enak banget!
Ternyata walaupun harganya agak mahal, saya ketemu juga minuman dengan merk yang sama dengan bungkus yang lebih besar.  Walaupun sebenernya isinya gak beda jauh, bungkus yang besar ini isinya ada 14 bungkus dengan petunjuk penyeduhan yang sama juga kayak gambar sebelumnya.  Karena sudah merasakan nikmatnya yang green tea saya jadi penasaran untuk beli yang lainnya karena memang ada banyak variannya.  Jadi ketika saya beli yang bungkus besar Matcha Au Lait itu saya juga coba beli yang Ceylon Red Au Lait yang kemasan kecil, satu kemasan isinya ada 2 bungkus.
Untuk impresi pertama cobain Ceylon Red Au Lait : PAHIT!  Rasanya mirip teh tarik tapi bener-bener pahit!  Tidak seperti teh tarik yang biasa saya minum atau teh yang biasa saya buat, sangat pahit!  Tapi setelah dua kali menyeduh dan belum beli lagi sampai sekarang, kadang-kadang saya suka kangen dengan Ceylon Red Au Lait ini.  Jadi intinya, rasa awalnya memang tidak seperti selera saya, tapi ngangenin!  Walaupun memang sebenarnya saya tidak bisa berpaling dari si teh hijau ini sih..  Tapi memang rasanya enak juga!

Petualangan saya mencari rasa-rasa yang lain pun berlanjut.  Kali ini setelah mengisi stok Matcha Au Lait saya, saya coba lagi Caramel Macchiato. 
Caramel Macchiato ini minuman kopi favorit saya selain teh.  Rasanya sama dengan minuman-minuman sebelumnya, lembut dan bikin saya melek cukup lama karena sudah cukup lama gak minum kopi dan ketika minum kopi jadi langsung sensitif dan gabisa tidur.

Pengembaraan saya mencoba produk-produknya Esprecielo belum selesai.  Sekarang saya akan mencoba Irish Coffee dan Russian Coffee.  Saya sudah mencoba Russian Coffee siang ini.  Rasanya seperti kopi ditambah rum (yaiyalah, namanya juga Russian Coffee).  Sayangnya Russiang Coffe ini sejujurnya bukan selera saya, tapi mungkin bagi yang suka rum, patut dicoba!

Akhirnya, pilihan saya tetap pada Matcha Au Lait.  Walaupun harganya bisa terbilang mahal, tapi menurut saya uang gak bohong kok.  Rasa yang didapat sepadan dengan uang yang dikeluarkan, inilah minuman-minuman yang menemani saya saat begadang dan stres mengerjakan tugas, minuman ini juga yang menemani saya saat saya menikmati waktu luang saya.
KETAGIHAN!
Ceylon Red Au Lait




Sunday, November 3, 2013

Responsibility

responsibility [rɪˌspɒnsəˈbɪlɪtɪ]
n pl -ties
1. the state or position of being responsible
2. a person or thing for which one is responsible
3. the ability or authority to act or decide on one's own, without supervision
Collins English Dictionary – Complete and Unabridged © HarperCollins Publishers 1991, 1994, 1998, 2000, 2003
Setelah membaca apa itu responsibility, sekarang apa itu responsible?

responsible [rɪˈspɒnsəbəl]
adj
1. (postpositive; usually foll by for) having control or authority (over)
2. (postpositive; foll by to) being accountable for one's actions and decisions (to) to be responsible to one's commanding officer
3. (of a position, duty, etc.) involving decision and accountability
4. (often foll by for) being the agent or cause (of some action) to be responsible for a mistake
5. able to take rational decisions without supervision; accountable for one's own actions a responsible adult
6. (Economics, Accounting & Finance / Banking & Finance) able to meet financial obligations; of sound credit
[from Latin rēsponsus, from rēspondēre to respond]
responsibleness  n
responsibly  adv
Collins English Dictionary – Complete and Unabridged © HarperCollins Publishers 1991, 1994, 1998, 2000, 2003
Dalam bahasa Indonesia, kata responsibility diterjemahkan sebagai 'tanggung jawab'.  Secara umum tanggung jawab diartikan sebagai 'harus menanggung segala sesuatu akibat dari perbuatannya sendiri (maupun orang lain)'.  Mungkin jadi ingat pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan waktu SD yang mengajarkan untuk mengembalikan barang yang bukan milik kita kepada pemilik sesungguhnya, melerai jika terjadi perkelahian, berkata jujur, gotong royong, dll.  Tanggung jawab ini adalah salah satu sifat ksatria yang selalu berkata jujur dan adil.

Pacar : Pak, anak bapak hamil.
Ayah : APA? *lalu si bapak siap-siap mau menghajar pacar sang anak*
Pacar : Ampun Pak!  Saya akan bertanggung jawab! *menghindari serangan si bapak yang murka*

Mungkin percakapan ini sudah tidak asing lagi kita temukan di media cetak maupun elektronik.  Entah sebagai candaan atau mungkin juga cerita di sinetron-sinetron.  Entahlah seperti apa sinetron sekarang ini karena saya sudah jarang menonton TV.
"Saya akan bertanggung jawab."
Apa yang dikatakan oleh si Pacar dalam percakapan di atas menurut saya bukanlah yang namanya bertanggung jawab.  Mengapa?
Kembali lagi ke kata responsibility.  Seorang teman saya menganggap bahwa responsibility itu artinya an ability to response.  Artinya kemampuan untuk memberi reaksi/tanggapan.  Kembali lagi ke definisi responsibility yang sudah saya cantumkan di atas.   Definisi ketiga dari responsibility yaitu 
the ability or authority to act or decide on one's own, without supervision.  Kemampuan atau otoritas untuk bertindak atau memilih tanpa harus diawasi.  Artinya tanggung jawab dimulai saat kita mulai memilih apa yang akan dilakukan.

Tanggung jawab bukanlah ketika kita harus menanggung akibat yang ditimbulkan atas perbuatan kita (ataupun orang lain).  Tanggung jawab dimulai saat kita harus memilih untuk memberikan tanggapan atas semua yang ada di sekitar kita.  Ketika kita tidak bertanggung jawab dalam satu hal, artinya kita tidak bertanggung jawab dalam seluruh hidup kita.

Misalnya dalam kehidupan sehari-hari saya sebagai mahasiswa.  Ketika saya memutuskan untuk tidak menghadiri satu kelas yang seharusnya saya hadiri, berarti saya tidak bertanggung jawab sebagai mahasiswa karena tidak memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa.  Saya pun tidak bertanggung jawab kepada orangtua saya yang membiayai kuliah saya.  Hanya karena saya memutuskan untuk tidak menghadiri satu kelas, saya tidak bertanggung jawab pada diri saya sendiri dan orang tua saya.  Semua aspek dalam hidup saya menjadi terpengaruh karena keputusan saya walaupun mungkin dalam contoh ini dampaknya tidak terlalu besar.

Karena itu ketika seseorang tidak bertanggung jawab, seharusnya ia tidak boleh mengeluh ketika konsekuensi dari perbuatannya merugikan dia.  Misalnya karena saya terlalu banyak bolos, nilai saya jadi jelek.  Saya tidak boleh mengeluh karena saya tidak menjalankan kewajiban saya, dan nilai jelek itu sudah pasti harus saya terima ketika saya tidak melakukan kewajiban saya.

Itulah mengapa saya berpendapat bahwa tanggung jawab dimulai bukan saat kita menerima konsekuensi dari perbuatan kita, tapi saat kita mulai berpikir untuk memberi tanggapan atau saat kita memilih untuk melakukan sesuatu.  Karena itu setiap kita memilih kita harus memikirkan secara matang dengan mempertimbangkan keuntungan dan resikonya (tidak lupa juga mempertimbangkan prinsip hidup, dan agama masing-masing).

Karena itu orang yang bertanggung jawab akan memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu tanpa disuruh karena menyadari kewajibannya.  Rajin adalah salah satu ciri orang yang bertanggung jawab karena selalu melakukan kewajibannya tanpa harus disuruh.  Tidak hanya rajin, orang yang bertanggung jawab juga akan selalu memberi yang terbaik untuk menyelesaikan kewajibannya.  Besar atau kecil tugas yang dilakukannya, orang yang bertanggung jawab akan selalu berusaha secara maksimal untuk menyelesaikan pekerjaannya sebaik mungkin.  Tidak hanya itu, orang yang bertanggung jawab juga cenderung untuk berpikiran positif karena ia sudah melakukan kewajibannya dan tidak mengeluh karena sadar betul itu adalah tugasnya yang harus ia lakukan.

Susah memang menjadi orang yang bertanggung jawab, tapi saya akan terus mencoba untuk bertanggung jawab dalam setiap hal yang saya hadapi.  Tanggung jawab dimulai dari saat saya berpikir untuk bertindak.  Tanggung jawab adalah untuk bersyukur dan tidak mengeluh atas apa yang harus saya kerjakan.