Thursday, December 25, 2014

25 Desember 2014.

Skripsi belum selesai, dan masih belum ada niat untuk menyelesaikannya.
Lupa kalau tahun lalu janji gak akan datang ke acara yang besar-besar gini.  Repot.  Duduk diatur, mau masuk ngantri, cari parkir susah.  Tapi lupa, jadinya ngalamin lagi yang kayak gini.  Bukannya seneng malah bete sepanjang acara.
Pesenan MP belum datang, dan takutnya malah telat.

Ada yang mengeluh karena jadi "tumbal" dibiarin sendiri.
HEI.
Mungkin itu karena situ gak pernah ada waktu kita bareng, situ kan suka sendiri.
Sekarang beneran sendiri kenapa komen?
Coba pikir-pikir sendiri dulu yah.

Dan yang paling parah....MAKAN PERMEN KARET TAPI KETELEN!
Dua puluh satu tahun. 21 tahun.  Makan permen karet masih ketelen?!
Amajjing.

I'm powerless, asked for help but there was no response.
Maybe there won't be any help.
Whatever will be...will. be.

Sunday, December 14, 2014

...

Haters don't need explanation.  They just do what they want to do, say what they want to say, hate what they want to hate.  Trying to explain things to them when they don't want to listen is just wasting your time.  Those who cares will try to understand without you asking them.

There's no need to explain.

I don't know but lately I'm really lazy to talk, when some people ask me why I did that.  Even I tried to explain, I'm not good with words and they don't want to understand.  So I just let them be.

Friday, December 12, 2014

Saya tidak akan berkata bahwa saya akan bertanggung jawab dan menanggung segala akibat yang ditimbulkan.
Dari awal saya memang tidak bertanggung jawab, maka dari itu sekarang saya akan menanggung akibatnya karena apa yang saya lakukan.
Jika saya bertanggung jawab maka saya akan berusaha mengerjakannya dengan baik dari AWAL.
Tapi tidak, saya menunggu akibatnya sekarang...

Wednesday, December 3, 2014

Scaling!

Kalo boleh dibilang, udah lama juga gak ke dokter gigi.  Biasanya dulu cuma dapet laporan (mingguan? bulanan? udah lupa..) dari dokter gigi waktu periksa gigi rutin pas sekolah.  So far baik-baik aja, dan gak pernah tertarik masalah gigi dan mulut selama gak ada masalah.

Rasanya mungkin tahun kemarin tiba-tiba ada yang copot di gigi, kirain giginya patah, tapi setelah dilihat lagi..KARANG!  Akhirnya mulai nyadar kalau kebersihan mulut cukup terancam.  Udah minta mau ke dokter gigi, tapi belum juga terpenuhi karena sekali lagi gak ngerasa terlalu ganggu.  Cuma  memang setelah itu sempat mimpi beberapa kali kayak gigi rontok semua karena karang dll.

Akhirnya kemarin maksain ke dokter gigi karena beberapa minggu ini gusi kerasa kayak bengkak dan nyut-nyutan, sekalian ngikut babeh yang giginya rapuh karena kesenengan makan kacang dan giginya udah rapuh (mungkin faktor usia..mungkin..).
Rencana pergi jam 6, tapi hujan deras diiringi gemuruh yang bersahutan.  Akhirnya babeh sempat mengurungkan niat untuk pergi (aneh loh, padahal perginya naek mobil ini..).  Asalnya mau ke "tukang gigi" karena si babeh butuh tanam gigi atau apapun itulah, mahkota giginya banyak yang hilang sebelah dan ditambal pun sulit.  Akhirnya karena males pasti penuh, babeh pun memutuskan untuk pergi ke dokter gigi yang ada di jalan Kemuning.

Setelah telepon terlebih dahulu dan membuat janji, akhirnya meluncurlah kesana dan untungnya cuaca masih gerimis manis gitu.  Sampai disana langsung keluar dipayungin sama satpam yang baik hati.  Ternyata buat ke dokter gigi yang satu itu harus buat janji terlebih dahulu.  Setelah isi data diri karena pertama kali berobat kesana, gak lama saya dan babeh pun dipanggil.

Dokternya kaget karena saya udah lama gak ke dokter gigi, dan ketika saya bilang saya mau scaling beliau bilang pasti karang gigi saya tebel I know doc..I can feel it too..
Akhirnya saya dipersilakan duduk di kursi panas (Actually, it was a comfortable seat, really comfortable!), dikasih tisu sama asistennya, dan tanpa saya bilang pun dia tahu letak lubang-lubang gigi kecil saya.
Tanpa ba-bi-bu langsung dimulai proses scaling!  Kebayang kan bunyi mesinnya yang bikin ngilu itu, dan beliau mulai dari rahang atas sebelah kanan.  Gak sakit sama sekali walaupun bunyinya emang menyeramkan.  Mulai menuju bagian tengah dari rahang atas saya harus tutup mata karena airnya yang berhamburan ke luar (sedikit sih, rasanya kayak lagi perawatan dapet facial mist).  Jujur disitu mulai kerasa agak ngilu dikit karena tutup mata kali ya, jadi lebih fokus ke suara mesin yang ngilu dan rasa sakit di mulut.
Rahang atas lebih cepat selesai dan dokter pun mulai menuju rahang bawah, saya sudah googling dan saya pikir inilah saatnya untuk berkumur karena gak tahan aja pengen kumur.  Mulut sudah mulai terasa kering karena disedot terus sama asistennya (pake alat tentu, bukan pake sedotan...).
Bagian rahang bawah ini yang bener-bener HELL karena saya sendiri lihat kalau di bagian bawah ini memang tebal dan ada yang disela-sela gigi.  Proses scaling rahang bawah ini lebih ngilu, tapi lebih terasa memuaskan karena udahnya kerasa bersih banget.  Kerasa banget waktu dokter berusaha bersihin bagian itu.  Pertama beliau menyerah dan melewatkan bagian itu, terus setelah bagian depan selesai dicoba lagi, masih susah juga.  Akhirnya fokus ke bagian belakang gigi, dan dicoba lagi, belum bisa juga, dilewat lagi, dan terakhir setelah selesai semua dokter pun akhirnya harus menghadapi musuh bebuyutannya.  Ngilu banget rasanya dan kerasa ada yang mengganjal di antara dua gigi waktu dokter berusaha angkat karangnya.  Tampaknya karang pun akhirnya berhasil dikalahkan dan dokter pun minta dental floss ke asistennya dan membersihkan sela-sela gigi saya.  Waktu itu mulut rasanya...udah gak kerasa apa-apa karena kering!  Akhirnya setelah selesai dokter kasih waktu buat kumur.  Pertama kali kumur, darah bercucuran...  Gak banyak sih sejujurnya, tapi ya tetep aja lumayan banyak darahnya, tapi gak terlalu sakit sih menurut saya.  Ngilu-ngilu aja karena faktor bunyi mesinnya.

Setelah kumur, dokter pun menyikat gigi bawah saya dua kali diselingi dengan kumur-kumur.  Beres kumur-kumur lanjut ke proses penambalan gigi karena dua gigi saya bolong lumayan besar.  Sebenarnya ada banyak sih, cuma yang lain masih kecil dan dua ini yang paling besar.  Salah satunya sekarang ditambal sementara karena lubangnya cukup dalam (dan ngilu banget waktu dibersihin!! >.<)

Total rahang atas dan bawah 7**, tambal tetap+sementara 5**
Cukup mahal tapi puas sih, walaupun sekarang gusi kerasa nyut-nyutan dan harus pake obat kumur untuk bantu merawat juga.
Dan sekarang cukup sakit kepala entah karena masuk angin keujanan atau pengaruh gigi.

Mungkin J*ger dan B*cardi harus nunggu dulu...  Well....

Tuesday, December 2, 2014

Hilang Harapan

Human beings, we have dark sides; we have dark issues in our lives.  To progress anywhere in life, you have to face your demons. -- John Noble


Saya percaya setiap orang memiliki rahasia yang disembunyikan, pergumulan melawan sesuatu yang ada di luar ataupun di dalam dirinya.  Kita semua mengalami hal itu.
Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat menghubungi saya.  Sudah lama kami tak bertemu karena kesibukan masing-masing dan hanya berhubungan melalui media sosial, itu pun sekali-kali karena dia jarang sekali online dan belakangan ini saya pun jarang mengecek semua media sosial yang saya miliki.  
Sempat terpikir untuk menghapus semua media sosial yang saya miliki namun terkadang terasa berat karena banyak kenangan yang ada dalam socmed tersebut, belum lagi beberapa orang yang sulit dihubungi...
Sahabat saya tersebut tiba-tiba menanyakan keadaan saya karena tahu saya sedang mengerjakan tugas akhir (yang sampai saat ini saya kerjakan dengan rajin) dan mengirimkan sebuah link.
Ia pun mengingatkan saya bahwa ia bersedia untuk menjadi tempat saya bercerita kapanpun saya membutuhkan.

Pada awalnya saya bingung dengan apa yang ia katakan, namun setelah membuka link tersebut saya pun mengerti.  Berita tentang seseorang yang tidak mampu mengatasi stres nya dengan baik...
Saya katakan padanya bahwa saya baik-baik saja, mengucapkan terimakasih atas perhatiannya, dan kami pun akhirnya mengobrol sebentar menanyakan kabar masing-masing sebelum akhirnya harus berpisah karena saat itu sudah larut malam dan ia memiliki kegiatan pada esok pagi.  Namun pembicaraan kami saat itu membuat saya berpikir.

Menurut penelitian entah darimana, manusia dapat hidup tanpa makanan selama 2 bulan, tanpa air selama 3-5 hari, dan tanpa udara kurang lebih selama 1 menit.  Namun ketika manusia itu kehilangan harapan, ia dapat kehilangan nyawa pada detik berikutnya.

Harapan.

Harapan, tujuan, itu semua adalah dasar yang membuat manusia bertahan hidup.  Seseorang bisa hidup tanpa memiliki tujuan karena ia takut mati.  Tapi ketika ia kehilangan harapan, semua tidak lagi berarti, bahkan kematian yang ditakutkan oleh semua orang bukanlah hal yang menakutkan lagi.

Kebanyakan dari komentar yang saya baca dari berita tersebut berisi cemooh dan bahkan banyak orang mengatakan bahwa hidupnya lebih berat daripada orang tersebut.
Apa tujuannya?
Mengatakan "Apa yang kuhadapi lebih berat daripada yang kau hadapi.." bukanlah hal yang pantas menurut saya.  Mudah bagi seekor burung gereja untuk terbang, tapi ia pasti akan mengalami kesulitan saat diharuskan berenang seperti ikan mas.  Setiap orang memiliki keahlian/talenta masing-masing, namun setiap orang juga memiliki kelemahan yang berbeda.

Kita sama-sama sedang bergumul melawan sesuatu.  Entah berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, berjuang untuk memiliki masa depan yang lebih baik, atau juga menanggung akibat dari perbuatan yang pernah dilakukan.  Semua sedang berjuang, dan manusia itu dinamis.  Ada saatnya ia lelah baik secara mental dan secara fisik, disitulah peran seorang manusia lain untuk menguatkan, bukan untuk mencemooh.

Saya pun sedang belajar untuk tidak menganggap remeh apa yang sedang diperjuangkan oleh orang lain dan berusaha untuk ada ketika seseorang membutuhkan.  Mungkin terlalu asyik saya memperhatikan orang lain, saya lupa untuk memperjuangkan diri saya sendiri...

Sunday, November 30, 2014

You'll Be In My Heart, Always!

Long time no post~
So, Sion's gone and now I'm alone.
The thought of her having no one to take care of her is sad.  At first I'm planning to go for some matters and it will take quite a long time.  My mom is kinda scared of dogs, my father feels that it's my duty to take care of her, I can depend on anyone.
So I have to let her go..
Fortunately there's a nice vet and he gladly accepted her, but then... I didn't go.
I miss her, but I can't do anything to get her back.  My fault.
Well, at least now she will have more friend and live happily since the vet will pay extra attention to her eyes that started getting old.

Move on (not yet..)
I'm working on my skripshhh and it hasn't go anywhere.
It's hard since I'm my own enemy.  I'm too lazy.
A lot of things happened and to sum it up...  I'm just happy.
Few things do bother me, but it won't bother me forever and live has ups and downs.  It's normal.
That's why I'll enjoy while I can.

Sometimes I'm happy.
Sometimes I'm sad.
But I'll make sure to be thankful everytime.

:)

Berkata TIDAK

Berkata 'tidak' bisa dibilang merupakan hal tersulit kedua setelah berkata tidak pada makanan kesukaan saya.  Saya sempat berpikir setelah menonton film Yes Man kalau berkata 'iya' dalam setiap kesempatan bisa membawa diri saya ke tahap yang lebih baik sekaligus memngajar saya akan sesuatu.  Saya adalah orang yang pemalu dan sangat senang berada di comfort zone saya sendiri, namanya juga comfort zone... zona kenyamanan.  Memang zona kenyamanan itu nyaman, sangatlah nyaman dan untuk beberapa saat itu membuat saya tidak berkembang sama sekali.  Saya nyaman dengan rutinitas yang saya punya dan tidak berniat untuk mendapatkan lebih.  Saya puas dengan semua yang saya miliki walaupun terkadang ada beberapa hal yang saya inginkan, tapi saya berpikir bahwa ketika memang hal itu memang seharusnya menjadi milik saya, itu akan datang kepada saya dengan sendirinya.

Setelah menonton Yes Man yang menghibur sekaligus membuat saya berpikir untuk lebih terbuka terhadap peluang, saya pun mencoba untuk berkata 'iya' dalam setiap kesempatan.  Sebagai contoh, saya tidak suka mengikuti lomba-lomba dan ketika itu saya ditawarkan untuk mengikuti suatu lomba.  Dalam hati saya tidak ingin mengikutinya, tapi entah mengapa saya mengiyakan dan akhirnya mengikuti lomba tersebut.  Masa-masa perlombaan itu merupakan hal yang sangat menyiksa saya karena saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan masuk dalam suasana yang kompetitif.  Memang pada akhirnya itu menjadi kenangan yang indah bagi saya dan saya mempelajari banyak hal dan bersyukur karena telah mengikuti lomba tersebut.
Memang masa sulit itu akan membuat kita menangis, tapi jika kita terus berusaha dan melakukan yang terbaik semua kesedihan dan air mata akan menjadi senyuman karena kita berhasil melaluinya dan memberikan yang terbaik.  No regrets.

Sayangnya terkadang saya selalu berkata 'iya' kepada hal-hal yang bertentangan dengan prinsip yang saya punya.  Maka dari itu saya harus berkata 'tidak'.  Dan dari hari Minggu kemarin saya mulai menyadari pentingnya berkata tidak.

Apa arti hidup ini?  Untuk siapa kita hidup?
Kita hidup untuk diri sendiri dan untuk menyenangkan Pencipta kita.  Untuk siapapun hidup kita, kehidupan yang berusaha menyenangkan hati semua orang bukanlah hidup yang sesungguhnya.  Kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang karena manusia selalu memiliki hal negatif untuk diceritakan.  Terlebih lagi ketika kita ingin menyenangkan hati orang lain agar kita diterima, berarti kita belum mampu menerima diri sendiri apa adanya.
Menerima diri sendiri bisa menjadi wujud syukur kita terhadap Pencipta dan iman kita kepadaNya.  Dengan menerima diri sendiri akan membuat hidup kita sehat secara fisik karena kita mampu menerima keadaan fisik kita sendiri.  Dengan menerima fisik kita sendiri kita tidak akan terluka atau bersusah hati ketika ada orang yang menertawakan keadaan fisik kita.  Hal itu juga akan membuat kita sehat secara sosial.  Ketika kita mampu mencintai diri kita sendiri, maka kita dapat menerima orang lain dengan baik karena kita menghargai dan mengerti kekurangan yang orang lain miliki juga.  Maka dari itu ada istilah bahwa ketika kita mencintai seseorang berarti kita harus mampu mencintai diri sendiri terlebih dahulu.  Ketika kita mampu menerima diri sendiri dan menerima orang lain secara sehat, kita juga tahu berkata 'iya' dan 'tidak' karena kita tidak membutuhkan penerimaan orang lain sehingga kita mampu bertindak berdasarkan kemauan diri kita sendiri, prinsip sendiri.

Tentu saja untuk mampu berkata 'iya' dan 'tidak' kita tidak hanya harus menerima diri kita sendiri.  Harus ada batas yang jelas agar kita memiliki prinsip dan tidak kompromi dengan apa yang ada di hadapan kita.  Selain itu menetapkan batas juga berarti kita bertanggung jawab kepada diri sendiri.  Misalnya jika kita terlalu banyak berjanji, sulit rasanya untuk bertanggungjawab pada janji-janji tersebut.  Selain menerima diri, kita juga harus mengetahui batas kemampuan kita dan menetapkan batas itu untuk bertindak agar segala sesuatu yang kita janjikan tercapai.  Dengan bertanggungjawab menetapkan batas maka kita bisa hidup efektif dan apa adanya.

Sometimes I did things to impress some people.  But now I realize that they won't stay long.  Even my family won't stay with me forever...











Wednesday, January 8, 2014

Ohana. Family.




To be a real man a son has to learn to be responsible towards his own family, knowing that they have to protect the family when dad's not around. It's also the same for daughters, they have to bear their mom's responsibility when the mom's not around. That's how family works. Everyone has their own parts, their own responsibilities. And every member has to do their responsibilities so the family can live harmoniously.






When I say harmonious, I don't mean that they will live in peace without any fight. Everyone is different, every member in a family will have different opinions, different tastes. But love is the one thing that makes them one. Love made mom and dad decided to live together for the rest of their lives. Since I never fall in love with someone so deep (mostly just a slight crush that lasts about 5 years? :P), I always think that our family's love is the only real love I ever experience (beside God's love).


Parents' love towards their children is the most beautiful love in the world. They accept their children although sometimes they're hurt because their children's actions. But hey, they're still new in raising kids too~! We humans are not perfect. Both the children and parents are learning.


The beautiful thing of a family is no matter bad things you have done (well, maybe except husband-wife relation) they always forgiving. There's no ex-child, ex-father/ex-mother. Only ex-wife/ex-husband.






In 2013 I learned that unity is important. Is not about only doing our own responsibilities as a member of a family, but also to forgive and help each other. Honestly I think my relationship with my brother is a little bit better than before now. And in 2014 I hope I can really enjoy everything happens to our family, maybe sometimes I can't stand certain member in the family, but deep inside I know that I will always care about them. And that's why I think..ah..that's love.