Sunday, November 30, 2014

You'll Be In My Heart, Always!

Long time no post~
So, Sion's gone and now I'm alone.
The thought of her having no one to take care of her is sad.  At first I'm planning to go for some matters and it will take quite a long time.  My mom is kinda scared of dogs, my father feels that it's my duty to take care of her, I can depend on anyone.
So I have to let her go..
Fortunately there's a nice vet and he gladly accepted her, but then... I didn't go.
I miss her, but I can't do anything to get her back.  My fault.
Well, at least now she will have more friend and live happily since the vet will pay extra attention to her eyes that started getting old.

Move on (not yet..)
I'm working on my skripshhh and it hasn't go anywhere.
It's hard since I'm my own enemy.  I'm too lazy.
A lot of things happened and to sum it up...  I'm just happy.
Few things do bother me, but it won't bother me forever and live has ups and downs.  It's normal.
That's why I'll enjoy while I can.

Sometimes I'm happy.
Sometimes I'm sad.
But I'll make sure to be thankful everytime.

:)

Berkata TIDAK

Berkata 'tidak' bisa dibilang merupakan hal tersulit kedua setelah berkata tidak pada makanan kesukaan saya.  Saya sempat berpikir setelah menonton film Yes Man kalau berkata 'iya' dalam setiap kesempatan bisa membawa diri saya ke tahap yang lebih baik sekaligus memngajar saya akan sesuatu.  Saya adalah orang yang pemalu dan sangat senang berada di comfort zone saya sendiri, namanya juga comfort zone... zona kenyamanan.  Memang zona kenyamanan itu nyaman, sangatlah nyaman dan untuk beberapa saat itu membuat saya tidak berkembang sama sekali.  Saya nyaman dengan rutinitas yang saya punya dan tidak berniat untuk mendapatkan lebih.  Saya puas dengan semua yang saya miliki walaupun terkadang ada beberapa hal yang saya inginkan, tapi saya berpikir bahwa ketika memang hal itu memang seharusnya menjadi milik saya, itu akan datang kepada saya dengan sendirinya.

Setelah menonton Yes Man yang menghibur sekaligus membuat saya berpikir untuk lebih terbuka terhadap peluang, saya pun mencoba untuk berkata 'iya' dalam setiap kesempatan.  Sebagai contoh, saya tidak suka mengikuti lomba-lomba dan ketika itu saya ditawarkan untuk mengikuti suatu lomba.  Dalam hati saya tidak ingin mengikutinya, tapi entah mengapa saya mengiyakan dan akhirnya mengikuti lomba tersebut.  Masa-masa perlombaan itu merupakan hal yang sangat menyiksa saya karena saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan masuk dalam suasana yang kompetitif.  Memang pada akhirnya itu menjadi kenangan yang indah bagi saya dan saya mempelajari banyak hal dan bersyukur karena telah mengikuti lomba tersebut.
Memang masa sulit itu akan membuat kita menangis, tapi jika kita terus berusaha dan melakukan yang terbaik semua kesedihan dan air mata akan menjadi senyuman karena kita berhasil melaluinya dan memberikan yang terbaik.  No regrets.

Sayangnya terkadang saya selalu berkata 'iya' kepada hal-hal yang bertentangan dengan prinsip yang saya punya.  Maka dari itu saya harus berkata 'tidak'.  Dan dari hari Minggu kemarin saya mulai menyadari pentingnya berkata tidak.

Apa arti hidup ini?  Untuk siapa kita hidup?
Kita hidup untuk diri sendiri dan untuk menyenangkan Pencipta kita.  Untuk siapapun hidup kita, kehidupan yang berusaha menyenangkan hati semua orang bukanlah hidup yang sesungguhnya.  Kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang karena manusia selalu memiliki hal negatif untuk diceritakan.  Terlebih lagi ketika kita ingin menyenangkan hati orang lain agar kita diterima, berarti kita belum mampu menerima diri sendiri apa adanya.
Menerima diri sendiri bisa menjadi wujud syukur kita terhadap Pencipta dan iman kita kepadaNya.  Dengan menerima diri sendiri akan membuat hidup kita sehat secara fisik karena kita mampu menerima keadaan fisik kita sendiri.  Dengan menerima fisik kita sendiri kita tidak akan terluka atau bersusah hati ketika ada orang yang menertawakan keadaan fisik kita.  Hal itu juga akan membuat kita sehat secara sosial.  Ketika kita mampu mencintai diri kita sendiri, maka kita dapat menerima orang lain dengan baik karena kita menghargai dan mengerti kekurangan yang orang lain miliki juga.  Maka dari itu ada istilah bahwa ketika kita mencintai seseorang berarti kita harus mampu mencintai diri sendiri terlebih dahulu.  Ketika kita mampu menerima diri sendiri dan menerima orang lain secara sehat, kita juga tahu berkata 'iya' dan 'tidak' karena kita tidak membutuhkan penerimaan orang lain sehingga kita mampu bertindak berdasarkan kemauan diri kita sendiri, prinsip sendiri.

Tentu saja untuk mampu berkata 'iya' dan 'tidak' kita tidak hanya harus menerima diri kita sendiri.  Harus ada batas yang jelas agar kita memiliki prinsip dan tidak kompromi dengan apa yang ada di hadapan kita.  Selain itu menetapkan batas juga berarti kita bertanggung jawab kepada diri sendiri.  Misalnya jika kita terlalu banyak berjanji, sulit rasanya untuk bertanggungjawab pada janji-janji tersebut.  Selain menerima diri, kita juga harus mengetahui batas kemampuan kita dan menetapkan batas itu untuk bertindak agar segala sesuatu yang kita janjikan tercapai.  Dengan bertanggungjawab menetapkan batas maka kita bisa hidup efektif dan apa adanya.

Sometimes I did things to impress some people.  But now I realize that they won't stay long.  Even my family won't stay with me forever...