Human beings, we have dark sides; we have dark issues in our lives. To progress anywhere in life, you have to face your demons. -- John Noble
Saya percaya setiap orang memiliki rahasia yang disembunyikan, pergumulan melawan sesuatu yang ada di luar ataupun di dalam dirinya. Kita semua mengalami hal itu.
Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat menghubungi saya. Sudah lama kami tak bertemu karena kesibukan masing-masing dan hanya berhubungan melalui media sosial, itu pun sekali-kali karena dia jarang sekali online dan belakangan ini saya pun jarang mengecek semua media sosial yang saya miliki.
Sempat terpikir untuk menghapus semua media sosial yang saya miliki namun terkadang terasa berat karena banyak kenangan yang ada dalam socmed tersebut, belum lagi beberapa orang yang sulit dihubungi...
Sahabat saya tersebut tiba-tiba menanyakan keadaan saya karena tahu saya sedang mengerjakan tugas akhir (yang sampai saat ini saya kerjakan dengan rajin) dan mengirimkan sebuah link.
Ia pun mengingatkan saya bahwa ia bersedia untuk menjadi tempat saya bercerita kapanpun saya membutuhkan.
Pada awalnya saya bingung dengan apa yang ia katakan, namun setelah membuka link tersebut saya pun mengerti. Berita tentang seseorang yang tidak mampu mengatasi stres nya dengan baik...
Saya katakan padanya bahwa saya baik-baik saja, mengucapkan terimakasih atas perhatiannya, dan kami pun akhirnya mengobrol sebentar menanyakan kabar masing-masing sebelum akhirnya harus berpisah karena saat itu sudah larut malam dan ia memiliki kegiatan pada esok pagi. Namun pembicaraan kami saat itu membuat saya berpikir.
Menurut penelitian entah darimana, manusia dapat hidup tanpa makanan selama 2 bulan, tanpa air selama 3-5 hari, dan tanpa udara kurang lebih selama 1 menit. Namun ketika manusia itu kehilangan harapan, ia dapat kehilangan nyawa pada detik berikutnya.
Harapan.
Harapan, tujuan, itu semua adalah dasar yang membuat manusia bertahan hidup. Seseorang bisa hidup tanpa memiliki tujuan karena ia takut mati. Tapi ketika ia kehilangan harapan, semua tidak lagi berarti, bahkan kematian yang ditakutkan oleh semua orang bukanlah hal yang menakutkan lagi.
Kebanyakan dari komentar yang saya baca dari berita tersebut berisi cemooh dan bahkan banyak orang mengatakan bahwa hidupnya lebih berat daripada orang tersebut.
Apa tujuannya?
Mengatakan "Apa yang kuhadapi lebih berat daripada yang kau hadapi.." bukanlah hal yang pantas menurut saya. Mudah bagi seekor burung gereja untuk terbang, tapi ia pasti akan mengalami kesulitan saat diharuskan berenang seperti ikan mas. Setiap orang memiliki keahlian/talenta masing-masing, namun setiap orang juga memiliki kelemahan yang berbeda.
Kita sama-sama sedang bergumul melawan sesuatu. Entah berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, berjuang untuk memiliki masa depan yang lebih baik, atau juga menanggung akibat dari perbuatan yang pernah dilakukan. Semua sedang berjuang, dan manusia itu dinamis. Ada saatnya ia lelah baik secara mental dan secara fisik, disitulah peran seorang manusia lain untuk menguatkan, bukan untuk mencemooh.
Saya pun sedang belajar untuk tidak menganggap remeh apa yang sedang diperjuangkan oleh orang lain dan berusaha untuk ada ketika seseorang membutuhkan. Mungkin terlalu asyik saya memperhatikan orang lain, saya lupa untuk memperjuangkan diri saya sendiri...
