Tuesday, March 17, 2015

Skripsi.

Sudah molor pengerjaan skripsi ini, ini kesempatan terakhir untuk merampungkan skripsi.
Setiap hari ku terbangun dari tidur dan cuma bisa bilang "This is not my style."
Menulis skripsi sepertinya bukan hal yang saya inginkan.  Topik bukan masalah, tapi saya tidak menyukai ini.

Banyak hal terjadi di tahun 2015, tapi sepertinya saya mampu untuk bertahan.  Menulis skripsi itu bagai berhadapan dengan musuh terbesar, diri saya sendiri.  Dengan kemalasan yang tidak terhingga ini, sangat sulit rasanya menulis skripsi.  Walaupun akhirnya memutuskan untuk menulis, tiba-tiba otak tampaknya tidak mampu bekerja walaupun hanya membaca artikel-artikel.  Sulit.

Mana komputer mati, lagu favorit tidak bisa didengarkan.  Si biru cantik yang menemani sejak 4 tahun lalu pun tertinggal koleksi lagu-lagu oke kekinian.  Oia, dia tidak biru lagi sejak capdase nya rusak.  Bukan hanya rusak, tapi robek bagian bawahnya sehingga selalu lepas jika dimasukkan ke dalam saku.  Saya pun memutuskan untuk melepasnya.  Sejauh ini iPod masih dalam kondisi baik kecuali bagian luarnya yang memang banyak goresan.  Bagian belakang iTouch ini memang sensitif terhadap goresan, tapi pada saat ini saya sudah tidak khawatir lagi.  Yang penting saya bisa mendengarkan lagu-lagu yang saya sukai.  Baru-baru ini saya menjatuhkan si iTouch ini sehingga sekarang layar bagian atas memiliki garis-garis aneh.  Baiklah, tak apa, saya sudah menjaganya dengan baik selama empat tahun ini.

Earphone dengan kabel gepeng pun rusak sebelah, tapi memang lebih awet daripada bawaan dari iTouch nya.  Kalau yang bawaan rusak karena kabelnya yang kusut dan terkelupas, yang ini rusak sebelah.  Entah apa masalahnya.  Tapi karena saya telah menggunakannya sejak lama, tidak ada penyesalan.  Saya rasa saya telah menjaganya dengan baik.
Kini saya menggunakan headset dari OPPO.  Kabelnya sering kusut sih, tapi tak apalah.  Walaupun tidak kedap suara tapi masih bisa digunakan dan sampai saat ini saya belum memiliki rencana untuk mencari earphone baru.  Susah biaya dan juga perawatannya.  Tampaknya saya memang tidak baik dalam merawat barang, dan juga binatang.

Saat ini sedang berjuang membaca dan menulis skripsi sedikit.  Malas.
Sambil mendengarkan lagu menggunakan iTouch dan earphone nya.  Bukannya fokus mengerjakan skripsi saya malah asik mendengarkan lagu seperti yang saya lakukan saat ingin tidur sambil mendengarkan lagu.  Belum lagi koleksi lagu-lagu lama yang membuat saya terjebak masa lalu.  Bukannya galau, tapi memang lagu-lagu tertentu mengingatkan saya pada masa-masa tertentu (yang telah berlalu).

Satu hal yang harus dikerjakan, banyak hal untuk dipikirkan.  Skripsi harus selesai semester ini.  Semoga semua hal yang menjadi beban pikiran ini dapat terselesaikan dengan baik.

Thursday, February 5, 2015

Currently watching Attention Please, a Japanese drama from 2006.  Yes, recently I'm into doramas after getting bored from Kdrama.  I watched Hanazakari no Kimitachi e long ago and decided to re-watch it after watching To The Beautiful You.  Well, I wouldn't bother to watch TTBY if it's not because of Sulli and Minho.
I tend to be biased.  If I like a singer, I will mostly like all of his/her songs.  Mostly.
Like Avril Lavigne, Michael Buble, Kelly Sweet, Linkin Park, Norah Jones, and Kim Taeyeon.
Although I might be like them a lot, there are songs I dislike too.  Like Avril's Hello Kitty, I was like 'huh?' when I heard this song.  Although I dislike it, I still listen to it.

Alright, back to the doramas.
I also watched Miss Pilot before AP and they both kinda have the same feeling.  Miss Pilot is recommended for those who loves airplanes (I think..).  It's enjoyable although I'm not a fan at least I know more about aviation.
I haven't finished both of them, I did not continue Miss Pilot because I don't like the pairing and Kishii Taiji makes it worse, he kinda cheated and ignoring his girlfriend.
For Attention Please I think the main role is too childish and straightforward.  Maybe it's her character but it's kinda annoying for me.  I just finished watching the 3rd episode, maybe my opinion will change later.

But it's really nice to watch both Miss Pilot and Attention Please, and Saki Aibu played a totally different characters in each drama.  So it's fun to watch.
Another point for AP is because there's Nishikido Ryo.  He's really good looking!


I wrote this since I can help but to compare these two.  Meanwhile there's no progress on my thesis... :(

Monday, January 26, 2015

Nocturnal.
Mungkin bisa dibilang saya lebih suka untuk tidur di siang hari.
Mereka bilang saya pemalas, tapi sebenarnya kalau dihitung dari jam tidur sama saja.
Tidur rata-rata selama 6 jam, maksimal 8 jam, bahkan biasanya kurang dari 6 jam.

Belakangan ini karena aktivitas (sebenarnya tidak sibuk sih..) yang cukup melelahkan, jam tidur pun jadi normal kembali.  Terlalu normal (yang akhirnya jadi tidak normal) malahan.  Jam 6 atau 7 malam sudah lelah ingin tidur.
Kalau tidak lelah, ya tidak tidur.  Apalagi malam hari.

Terlalu menakutkan untuk menutup mata pada malam hari.  Entah kenapa.
Seakan tidak akan terbangun lagi.


Ah, sudahlah.

Thursday, December 25, 2014

25 Desember 2014.

Skripsi belum selesai, dan masih belum ada niat untuk menyelesaikannya.
Lupa kalau tahun lalu janji gak akan datang ke acara yang besar-besar gini.  Repot.  Duduk diatur, mau masuk ngantri, cari parkir susah.  Tapi lupa, jadinya ngalamin lagi yang kayak gini.  Bukannya seneng malah bete sepanjang acara.
Pesenan MP belum datang, dan takutnya malah telat.

Ada yang mengeluh karena jadi "tumbal" dibiarin sendiri.
HEI.
Mungkin itu karena situ gak pernah ada waktu kita bareng, situ kan suka sendiri.
Sekarang beneran sendiri kenapa komen?
Coba pikir-pikir sendiri dulu yah.

Dan yang paling parah....MAKAN PERMEN KARET TAPI KETELEN!
Dua puluh satu tahun. 21 tahun.  Makan permen karet masih ketelen?!
Amajjing.

I'm powerless, asked for help but there was no response.
Maybe there won't be any help.
Whatever will be...will. be.

Sunday, December 14, 2014

...

Haters don't need explanation.  They just do what they want to do, say what they want to say, hate what they want to hate.  Trying to explain things to them when they don't want to listen is just wasting your time.  Those who cares will try to understand without you asking them.

There's no need to explain.

I don't know but lately I'm really lazy to talk, when some people ask me why I did that.  Even I tried to explain, I'm not good with words and they don't want to understand.  So I just let them be.

Friday, December 12, 2014

Saya tidak akan berkata bahwa saya akan bertanggung jawab dan menanggung segala akibat yang ditimbulkan.
Dari awal saya memang tidak bertanggung jawab, maka dari itu sekarang saya akan menanggung akibatnya karena apa yang saya lakukan.
Jika saya bertanggung jawab maka saya akan berusaha mengerjakannya dengan baik dari AWAL.
Tapi tidak, saya menunggu akibatnya sekarang...

Wednesday, December 3, 2014

Scaling!

Kalo boleh dibilang, udah lama juga gak ke dokter gigi.  Biasanya dulu cuma dapet laporan (mingguan? bulanan? udah lupa..) dari dokter gigi waktu periksa gigi rutin pas sekolah.  So far baik-baik aja, dan gak pernah tertarik masalah gigi dan mulut selama gak ada masalah.

Rasanya mungkin tahun kemarin tiba-tiba ada yang copot di gigi, kirain giginya patah, tapi setelah dilihat lagi..KARANG!  Akhirnya mulai nyadar kalau kebersihan mulut cukup terancam.  Udah minta mau ke dokter gigi, tapi belum juga terpenuhi karena sekali lagi gak ngerasa terlalu ganggu.  Cuma  memang setelah itu sempat mimpi beberapa kali kayak gigi rontok semua karena karang dll.

Akhirnya kemarin maksain ke dokter gigi karena beberapa minggu ini gusi kerasa kayak bengkak dan nyut-nyutan, sekalian ngikut babeh yang giginya rapuh karena kesenengan makan kacang dan giginya udah rapuh (mungkin faktor usia..mungkin..).
Rencana pergi jam 6, tapi hujan deras diiringi gemuruh yang bersahutan.  Akhirnya babeh sempat mengurungkan niat untuk pergi (aneh loh, padahal perginya naek mobil ini..).  Asalnya mau ke "tukang gigi" karena si babeh butuh tanam gigi atau apapun itulah, mahkota giginya banyak yang hilang sebelah dan ditambal pun sulit.  Akhirnya karena males pasti penuh, babeh pun memutuskan untuk pergi ke dokter gigi yang ada di jalan Kemuning.

Setelah telepon terlebih dahulu dan membuat janji, akhirnya meluncurlah kesana dan untungnya cuaca masih gerimis manis gitu.  Sampai disana langsung keluar dipayungin sama satpam yang baik hati.  Ternyata buat ke dokter gigi yang satu itu harus buat janji terlebih dahulu.  Setelah isi data diri karena pertama kali berobat kesana, gak lama saya dan babeh pun dipanggil.

Dokternya kaget karena saya udah lama gak ke dokter gigi, dan ketika saya bilang saya mau scaling beliau bilang pasti karang gigi saya tebel I know doc..I can feel it too..
Akhirnya saya dipersilakan duduk di kursi panas (Actually, it was a comfortable seat, really comfortable!), dikasih tisu sama asistennya, dan tanpa saya bilang pun dia tahu letak lubang-lubang gigi kecil saya.
Tanpa ba-bi-bu langsung dimulai proses scaling!  Kebayang kan bunyi mesinnya yang bikin ngilu itu, dan beliau mulai dari rahang atas sebelah kanan.  Gak sakit sama sekali walaupun bunyinya emang menyeramkan.  Mulai menuju bagian tengah dari rahang atas saya harus tutup mata karena airnya yang berhamburan ke luar (sedikit sih, rasanya kayak lagi perawatan dapet facial mist).  Jujur disitu mulai kerasa agak ngilu dikit karena tutup mata kali ya, jadi lebih fokus ke suara mesin yang ngilu dan rasa sakit di mulut.
Rahang atas lebih cepat selesai dan dokter pun mulai menuju rahang bawah, saya sudah googling dan saya pikir inilah saatnya untuk berkumur karena gak tahan aja pengen kumur.  Mulut sudah mulai terasa kering karena disedot terus sama asistennya (pake alat tentu, bukan pake sedotan...).
Bagian rahang bawah ini yang bener-bener HELL karena saya sendiri lihat kalau di bagian bawah ini memang tebal dan ada yang disela-sela gigi.  Proses scaling rahang bawah ini lebih ngilu, tapi lebih terasa memuaskan karena udahnya kerasa bersih banget.  Kerasa banget waktu dokter berusaha bersihin bagian itu.  Pertama beliau menyerah dan melewatkan bagian itu, terus setelah bagian depan selesai dicoba lagi, masih susah juga.  Akhirnya fokus ke bagian belakang gigi, dan dicoba lagi, belum bisa juga, dilewat lagi, dan terakhir setelah selesai semua dokter pun akhirnya harus menghadapi musuh bebuyutannya.  Ngilu banget rasanya dan kerasa ada yang mengganjal di antara dua gigi waktu dokter berusaha angkat karangnya.  Tampaknya karang pun akhirnya berhasil dikalahkan dan dokter pun minta dental floss ke asistennya dan membersihkan sela-sela gigi saya.  Waktu itu mulut rasanya...udah gak kerasa apa-apa karena kering!  Akhirnya setelah selesai dokter kasih waktu buat kumur.  Pertama kali kumur, darah bercucuran...  Gak banyak sih sejujurnya, tapi ya tetep aja lumayan banyak darahnya, tapi gak terlalu sakit sih menurut saya.  Ngilu-ngilu aja karena faktor bunyi mesinnya.

Setelah kumur, dokter pun menyikat gigi bawah saya dua kali diselingi dengan kumur-kumur.  Beres kumur-kumur lanjut ke proses penambalan gigi karena dua gigi saya bolong lumayan besar.  Sebenarnya ada banyak sih, cuma yang lain masih kecil dan dua ini yang paling besar.  Salah satunya sekarang ditambal sementara karena lubangnya cukup dalam (dan ngilu banget waktu dibersihin!! >.<)

Total rahang atas dan bawah 7**, tambal tetap+sementara 5**
Cukup mahal tapi puas sih, walaupun sekarang gusi kerasa nyut-nyutan dan harus pake obat kumur untuk bantu merawat juga.
Dan sekarang cukup sakit kepala entah karena masuk angin keujanan atau pengaruh gigi.

Mungkin J*ger dan B*cardi harus nunggu dulu...  Well....