Friday, April 28, 2017

Coffee Scrub (Coffee Only!)

I love coffee, been drinking it black without sugar since I tried to limit my sugar intake few months ago and it's been great.  I'm not fancy coffee drinker, I'll drink whatever coffee available at my house as long as it doesn't have any sugar in it.  Most of the instant packet here contains too much sugar to my liking.  It makes mee feel really weird after drinking it.

I used to buy a pack of coffee scrub with different ingredients and fancy coarser coffee beans and I like it.  I don't really take care of my skin but that coffee scrub is great but sometimes I just want a quick bath before going to sleep so I don't do scrub regularly.

Few days ago I had this idea to use the used coffee grounds as a scrub.  It's an ordinary one I bought at the supermarket, I'm just curious so I tried it.  I used it right after I drink it without drying it first or adding few things.  I just like coffee and I think it feels great!

I think the coffe scrub does its job well.  My skin feels smoother and "infused" with coffee.  I smell like coffee!  I rarely used body lotion or things like that but it feels great after.  Feels like it's softer and has natural oil.  Usually it feels dry after I took a bath, not the dry skin feeling but more like squeaky feeling )you understand right?)

It smells GREAT!  Unless you dislike coffee, this thing is not for you.  I like the smell of coffee and using it as a scrub is not too overpowering but I can smell it from time to time so it's great!

It's CHEAP.  Basically I think I do well because I can both drink and use it as a scrub when bathing.  Of course you shouldn't scrub everyday because it'll be bad for your skin.  I use the coffee grounds all over my body except my hair.  But I heard coffee does good to your hair too but I'm not sure.  My hair gets oily fast so with this coffee scrub it might feels more oily and that's not good if I want to wash my hair every other day.

There are quite down side about this coffee scrub but I'm not a pro, I just think it does good for me.  The downside I could think of so far:

It might clogged your bathroom.  I don't know but it might so you have to take precaution before doing it regularly.  Clogged bathroom is annoying.

It might not be suitable for oily skin.  I feel oily but refreshed because my skin is kinda dry but I don't think it'll do well for those who have oily skin.

It's dirty.  If you don't wash well the coffee grounds can get to your clothes, your bedsheets, and everything.  So you have to make sure to wash well.


Well, that's what I got from my own experience.  I heard they also can get rid of cellulite but I haven't done a good research on it.  Most of the things I read on the internet is you use olive oil (or any kind of oil) or honey to it but I don't like the feeling after using the scrub because I usually don't use soap after the scrub (simply because I like the feeling) and it feels clean enough.

I'm also trying to use less shampoo and maybe soap but I don't think I can't....

Friday, June 17, 2016

Yesterday May Be The Best Future

She had a dream.
A good one.
There are photos of her loved ones.
And they look happy.
From three to two.
From five to four.

She was happy.

Monday, June 13, 2016

Disappointment

drowning in her own feeling, burnt.
she knows it's bad for her, but she can't help it.
can't let go.
she keeps blaming the others, she chooses to.

but it doesn't work.
so she keeps swimming in her own pool,
asking other to get her out of this.

no one cares.
no one understands.

Wednesday, May 18, 2016

Review: Logitech K 400

Sirik lihat babeh beliin wireless mouse buat si dede, akhirnya setelah menabung uang jajan beberapa bulan (maklum waktu masih kuliah belum kerja) saya pun mulai hunting keyboard komputer.  Sebenarnya bukan sirik sih tapi lebih ke merasa terganggu dengan suara keyboard biasa (keyboard mekanik) ketika nyekripsi tengah malam…berisik!

Setelah googling akhirnya tau nama jenis keyboard yang terdapat di laptop karena chiclet keyboard terasa lebih menyenangkan untuk disentuh dan relatif lebih sunyi digunakan untuk mengetik.  Memang nih gegara skripsi rasanya lebih sensitif terhadap hal-hal kecil..kayak ibu hamil ya..

Okedeh, setelah cari-cari akhirnya pilihan jatuh ke keyboard Logitech K400.  Alasannya karena di keyboard ini sudah terintegrasi track pad jadi saya bisa dengan leluasa bekerja sambil leyeh-leyeh di sofa ketika menggunakan TV sebagai monitor (dengan kabel VGA) tanpa harus bingung cari-cari mouse.  Tanpa harus beli wireless mouse  lagi dan repot nyari-nyari mouse seperti nyari remote saat duduk di sofa.

Ditebus dengan harga Rp. 400.000-an (kalau gak salah karena sudah lumayan lama sekali) akhirnya keyboard warna hitam ini didapat.  Kesan pertama waktu lihatnya: KEREN!  Mungkin karena biasanya pakai keyboard mekanik biasa kali yah jadinya agak kayak anak kecil nemu mainan baru.
Kesan-kesan dalam pemakaian keyboard ini:
  •  Mungkin butuh waktu yang cukup lama buat pengguna keyboard mekanik untuk terbiasa dengan keyboard ini karena letak beberapa tombol yang berbeda dengan keyboard mekanik.  Tapi menurut saya hal ini tidak mengganggu.
  •  Tidak adanya num-pad bisa dianggap kekurangan dan kelebihan tergantung kebutuhan.  Kalau butuh untuk memasukkan data angka pasti akan kesulitan menggunakan keyboard ini apalagi kalau yang tidak terbiasa mengetik 10 jari karena harus sesekali melihat ke keyboard.  Saya sendiri lebih senang menggunakan num-pad untuk input angka, namun hal ini menjadi kelebihan juga karena bentuk keyboard jadi lebih ringkas dan tentu saja lebih ringan.
  • Track pad menghemat waktu ketika saya bekerja di depan TV.  Tidak butuh tempat datar yang stabil untuk meletakkan mouse, tinggal geser tangan sedikit saja saya sudah bisa klik-klik.  Trackpad ini juga sudah mendukung multi-touch loh, jadi sudah cukup.
  • Jangkauan keyboard ini lumayan bagus namun akan terganggu ketika terhalang tembok atau bahkan terhalang orang.  Hal ini bisa diperbaiki karena dalam dus sudah disertakan juga extension untuk unifying receiver nya.
  • Kekuatan baterai nya dengan pemakaian rutin (dan terkadang lupa matiin) tahan sampai dengan 1 tahun lebih.  Mungkin tergantung pemakaian kali yah.  Setidaknya baterai AA sebanyak 2 buah mudah dicari dimana-mana tidak seperti baterai kotak 9V buat gitar akustik (T.T)

Dengan harga yang terjangkau, menurut saya keyboard ini sudah cukup untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.  Kecuali kalau mau main game ya pasti kurang.  Karena kebutuhan saya hanya untuk browser dan mengetik menurut saya sih keyboard ini sudah oke.  Apalagi ketika mau menggunakan TV sebagai monitor biar nonton lebih ajib keyboard ini sangat membantu, selain itu penyimpanannya bisa secara vertikal sehingga hemat tempat. Satu hal lagi yang saya suka dari keyboard ini adalah media hot keys nya dimana saya bisa memainkan lagu sesuka hati karena ada tombol play/pause, next, prev, mute, volume up, volume down secara langsung tanpa harus pencet-pencet tombol Fn seperti di laptop! :D

Kalau kelemahannya..mungkin bukan kelemahan tapi lebih ke harapan ya agak sulit menggunakan keyboard ini kalau keadaan ruangan minim cahaya—terutama untuk yang tidak terbiasa mengetik 10 jari tentu saja.  Berharapnya sih…kalau dengan harga segini…kalau sudah disertai lampu kan lumayan. #ngeyel


Monday, October 5, 2015

Perpanjang SIM

Akhirnya perpanjang SIM setelah lewat dua hari masa berlaku SIM.  Sebenernya cuma satu hari sih, itu hari ke dua.  Untungnya mama mau temenin ke BTC buat perpanjang ke SIM Outlet yang buka pukul 10.00
Awalnya googling gimana cara perpanjang SIM supaya dapat gambaran apa aja yang dilakukan dan apa yang harus disiapin tapi kurang jelas (dan memang pengen detailnya jadi gak ketemu deh) jadi nervous deh.
Sampai disana disambut antrian yang panjang padahal baru beberapa menit lebih dari pukul 10.00, awalnya males ngantri karena antriannya panjang sampai mengular begitu dan saya kurang bisa berada di tengah keramaian.  Akhirnya karena ditemenin memaksakan diri untuk mulai mengantri, dan ini urutannya.


1. Cek kesehatan.

Tempat: Kalau dari luar, meja untuk cek kesehatan itu berada di sebelah kanan pintu namun antriannya sampai keluar.

Hal yang harus disiapkan: Fotokopi KTP, SIM ASLI yang habis masa berlakunya.

Apa yang dilakukan: Disini cuma ditanya berat badan dan cek mata untuk mengetahui buta warna apa tidak, pemeriksaannya cepat mungkin karena antriannya yang panjang ya.  Jangan lupa senyum dan sapa petugasnya (tapi jangan genit), kasian kalau bertugas terus-terusan bikin bete.
Setelah diperiksa kita akan dikasih hasil pemeriksaan berikut Fotokopi KTP dan SIM yang disatukan (dikokot).


2. Ambil formulir permohonan.

Tempat: Ikuti saja kemana orang depanmu selanjutnya pergi, kesitulah kamu selanjutnya pergi.  Kalau di BTC terletak di meja tengah begitu masuk.

Hal yang harus disiapkan: Hasil cek kesehatan yang sebelumnya diperoleh, pen untuk mengisi formulir, dan uang.

Apa yang dilakukan: Sebelumnya bayar dulu uang untuk perpanjangan SIM (295.000 untuk SIM A & C) juga memberikan hasil cek kesehatan.
Karena perpanjangnya 2 SIM, maka formulir yang harus diisi pun jadi dobel.  Bawa formulirnya dan isi sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh petugas.
Setelah beres mengisi, kembalikan ke tempat kita mengambil, setelah itu petugas akan meminta kita menandatangani kertas kosong yang sudah disediakan dengan spidol untuk SIM.


3. Tunggu foto.
Tempat: Sebelah kiri dari outlet, pasti keliatan mana tempat yang buat foto karena ada petugas dengan komputer.
Hal yang disiapkan: Kertas isi tandatangan yang kita buat tadi setelah mengembalikan formulir permohonan.
Apa yang dilakukan:  Untuk bagian ini kita harus menunggu cukup lama karena kertas formulirnya bakal diproses dahulu untuk mengecek kelengkapan.  Setelah itu petugas foto akan mulai memanggil sesuai dengan formulir yang ada ditangannya.  Setelah dipanggil kita duduk di tempat yang disediakan untuk bersiap difoto.  Sebelum difoto bisa tuh menata penampilan se-oke mungkin biar jadinya fotonya bagus (untuk 5 tahun ke depan soalnya, kan sayang kalau hasilnya kurang memuaskan..)
Sebelum difoto petugas akan membacakan data kita untuk memastikan tidak ada kesalahan.  Sekali lagi, karena memperpanjang SIM A dan C maka difoto dua kali dan dibacakan datanya pun dobel.

4. Tunggu SIM
SELESAI!  Akhirnya bisa bersantai duduk-duduk di luar tempat perpanjangan tapi jangan jauh-jauh karena setelah SIM nya jadi petugas akan memanggil nama kita.

Semuanya hanya membutuhkan waktu 1 jam saja!
Di hari-hari biasa memang penuh, tapi saya rasa 1 jam adalah waktu yang cepat.  Yang membuat lama hanyalah ketika kita menunggu waktu untuk difoto.  Katanya sih kalau hari Minggu lebih sepi, tapi saya belum mencoba untuk memperpanjang di hari Minggu.  Yang pasti kalau mau cepat ya datanglah sepagi mungkin.

Sunday, October 4, 2015

Permainan.

Buat saya, hidup ini seperti game Tetris.
Masalah terus berdatangan, tumpuk-menumpuk.  Kadang tantangan itu bisa menjadi batu loncatan dan mendapatkan “skor” yang lebih tinggi, ataupun terus menumpuk sampai akhirnya nanti mati.
Beruntunglah game Tetris yang walaupun tidak memiliki jalan cerita dan hanya terus berjuang untuk hidup demi menyelesaikan masalah-masalah yang ada, namun pada akhirnya ada skor yang menentukan nilai perjuangan tersebut.


Apa yang menjadi tujuan hidup manusia?

Tuesday, March 17, 2015

Skripsi.

Sudah molor pengerjaan skripsi ini, ini kesempatan terakhir untuk merampungkan skripsi.
Setiap hari ku terbangun dari tidur dan cuma bisa bilang "This is not my style."
Menulis skripsi sepertinya bukan hal yang saya inginkan.  Topik bukan masalah, tapi saya tidak menyukai ini.

Banyak hal terjadi di tahun 2015, tapi sepertinya saya mampu untuk bertahan.  Menulis skripsi itu bagai berhadapan dengan musuh terbesar, diri saya sendiri.  Dengan kemalasan yang tidak terhingga ini, sangat sulit rasanya menulis skripsi.  Walaupun akhirnya memutuskan untuk menulis, tiba-tiba otak tampaknya tidak mampu bekerja walaupun hanya membaca artikel-artikel.  Sulit.

Mana komputer mati, lagu favorit tidak bisa didengarkan.  Si biru cantik yang menemani sejak 4 tahun lalu pun tertinggal koleksi lagu-lagu oke kekinian.  Oia, dia tidak biru lagi sejak capdase nya rusak.  Bukan hanya rusak, tapi robek bagian bawahnya sehingga selalu lepas jika dimasukkan ke dalam saku.  Saya pun memutuskan untuk melepasnya.  Sejauh ini iPod masih dalam kondisi baik kecuali bagian luarnya yang memang banyak goresan.  Bagian belakang iTouch ini memang sensitif terhadap goresan, tapi pada saat ini saya sudah tidak khawatir lagi.  Yang penting saya bisa mendengarkan lagu-lagu yang saya sukai.  Baru-baru ini saya menjatuhkan si iTouch ini sehingga sekarang layar bagian atas memiliki garis-garis aneh.  Baiklah, tak apa, saya sudah menjaganya dengan baik selama empat tahun ini.

Earphone dengan kabel gepeng pun rusak sebelah, tapi memang lebih awet daripada bawaan dari iTouch nya.  Kalau yang bawaan rusak karena kabelnya yang kusut dan terkelupas, yang ini rusak sebelah.  Entah apa masalahnya.  Tapi karena saya telah menggunakannya sejak lama, tidak ada penyesalan.  Saya rasa saya telah menjaganya dengan baik.
Kini saya menggunakan headset dari OPPO.  Kabelnya sering kusut sih, tapi tak apalah.  Walaupun tidak kedap suara tapi masih bisa digunakan dan sampai saat ini saya belum memiliki rencana untuk mencari earphone baru.  Susah biaya dan juga perawatannya.  Tampaknya saya memang tidak baik dalam merawat barang, dan juga binatang.

Saat ini sedang berjuang membaca dan menulis skripsi sedikit.  Malas.
Sambil mendengarkan lagu menggunakan iTouch dan earphone nya.  Bukannya fokus mengerjakan skripsi saya malah asik mendengarkan lagu seperti yang saya lakukan saat ingin tidur sambil mendengarkan lagu.  Belum lagi koleksi lagu-lagu lama yang membuat saya terjebak masa lalu.  Bukannya galau, tapi memang lagu-lagu tertentu mengingatkan saya pada masa-masa tertentu (yang telah berlalu).

Satu hal yang harus dikerjakan, banyak hal untuk dipikirkan.  Skripsi harus selesai semester ini.  Semoga semua hal yang menjadi beban pikiran ini dapat terselesaikan dengan baik.